Persahabatan Indah Menjadi Kelam Seiring Waktu
Suasana kelas ramai bertambah asyik dengan gurauanbeberapa sahabat yang duduk – duduk dibawah pohon mangga tepat didepan kelas,dibawah pohon itu
terdapat batu yang lumayan besar berbentuk tipis, di batu itumereka bercanda tawa disana, sambil dengan minum es ibu kantin bertambah segarditemani pula dengan silir angin yang menyapu muka para perkumpulan anak keciltersebut. Di antara perkumpulan tersebut ada anak yang baik hati, tampan, anakdengan perawakan kecil tapi imut itu bernama Arga, begitulah nama pendek anaktersebut, tapi anehnya dia justru dipanggil Cubo dengan teman – temannya,selain itu dia juga rajin menabung. Dia sangat ramah sehingga mempunyai banyakteman diantaranya adalah Cebol, Cemeng, Ucek, Kendel, Punk. Memang aneh namamereka semua, hal ini dikarenakan itu bukanlah nama yang sebenarnya melainkannama samaran. Dimulai dari Arga yang mendapatkan julukan Cubo. Hal inidikarenakan Arga seperti hantu kata teman – temannya.
terdapat batu yang lumayan besar berbentuk tipis, di batu itumereka bercanda tawa disana, sambil dengan minum es ibu kantin bertambah segarditemani pula dengan silir angin yang menyapu muka para perkumpulan anak keciltersebut. Di antara perkumpulan tersebut ada anak yang baik hati, tampan, anakdengan perawakan kecil tapi imut itu bernama Arga, begitulah nama pendek anaktersebut, tapi anehnya dia justru dipanggil Cubo dengan teman – temannya,selain itu dia juga rajin menabung. Dia sangat ramah sehingga mempunyai banyakteman diantaranya adalah Cebol, Cemeng, Ucek, Kendel, Punk. Memang aneh namamereka semua, hal ini dikarenakan itu bukanlah nama yang sebenarnya melainkannama samaran. Dimulai dari Arga yang mendapatkan julukan Cubo. Hal inidikarenakan Arga seperti hantu kata teman – temannya.
Suasana bertambah hangatnya dengan canda tawa anak –anak tersebut, “Di pagi yang cerah semoga cepat pulang hahahaha,”kata Cebol.
“Alah kamu itu bol maunya pulang aja yang ada diotakmu itu”,sahut Kendel.
“Ya gak papa, memangnya kamu tidak ingin pulang ?” kataCebol.
“Ya bukannya begitu, lihat aja nih jam berapa masihpagi” kata Kendel sambil menggaruk kepalanya.
“Ngapain garuk – garuk kepala kamu? Belum kramas ya ?hahahaha”, ejek Ucek
“Tau ah”, kendel tersipu malu.
Keduaanak tersebut terus saja berdebat yang tiada guna, sementara Artga sedikitmemutar otak dengan memegang jenggotnya, “teman – teman nanti kita cari ikan disungai mau nggak?” ajak Arga.
“Boleh juga itu” serentak teman –temannya menyetujuinya.
“Kriiiing” bel masuk telah berbunyi dan terlihatibu guru menuju kelas VI dan para siswa pada memasuki ruangan kelas masing –masing. Hari itu pelajaran adalah pelajaran matematika, tepat guru ini adalahguru yang disukai Arga, namun sebaliknyayang paling dibenci oleh teman – temanya, guru ini memiliki perawakan yangtegas, dengan rambut pendeknya sepanjang bahu, dengan selalu memasang wajahmuram membuat teman – teman Arga bertambah gak suka. “yah malas banget kalauwaktunya bu guru ini, sudah gak cantik - cantik amat, judes, gak enak banget,enaknya ditinggal tidur aja biar kapok!”, keluh kesah Punk.
“Punk bilang apa kamu ha!” bu gurubertanya sambil memasang wajah seram dan membawa penggaris.
“Waduh kok kedengaran ya”, keluh Punk
“Ya kedengaran Punk”,bu guru menjawabsambil mendekati Punk dan menjewer telinganya di seret kedepan.
“Hahahaha, syukuriiiin”, semua teman –temannya mengejek Punk.
“Diam kalian”, bu guru marah sambilmemululkan rotan ke meja, seketika itu semua siswa kelas VI menjadi tegang dansunyi, mereka semua ketakutan namun dalam hati mereka tertawa melihat Punk yangdihukum oleh bu guru dengn mengangkat kedua kaki kirinya sambil memegang keduatelinganyam itulah ganjaran untuk orang yang suka menggunjing. Dua jam telahberlalu dan akhirnya bel berbunyi tandapulang. “Anak – anak pimpin doam kita pulang”, kata Bu guru.
“Tunggu dulu bu”, kata Arga sambilmengacungkan tangan.
“Ada pa Arga?” Tanya Bu guru dengan lembut memang kalau dengan Arga bu guru sangatbaik hal ini dikarenakan Arga anak yang pintar dan baik serta selalu dapatmengerjkan soal – soal yang diberikan oleh bu guru, namun disisi lain terkadangjuga membuat teman – teman Arga dengan sikap Bu guru kepadanya, namun karenakebaikan Arga itu semua menghapuskan rasa iri terhadap Arga. Karena temantemannya sungguh mengakui kepintaran Arga.
“Iya Arga, ibu akan sudahi hukumanpada Punk,”kata Bu guru.
AkhirnyaPunk di sudahi hukumannya dan pulanglah dia dengan teman – temannya begitu jugadengan Arga. Diperjalan pulang mereka bersama – sama denagn seperti biasamereka suka bercanda tertawa walau dijalan terkadang banyak masyarakat yangmarah – marah karena mereka sedikit menggangu pengguna jalan dengan berjalanberjajar.
Setiba dari rumah masing – masingsegera berganti baju dan membawa peralatan untuk mencari ikan, mulai daripancing, jaring, ada yang menggunakan saringan untuk membersihkan beras sampaiibunya marah – marah. Ada yang membawa korek, pisau. Arga membawa jaring. Suasana panas yang menyengatkulit mereka tidak mematahkan semangat mereka untuk mencari ikan denganmendapatkan teduhan dari pohon – pohon bambu yang membuat mereka tidakkepanasan saat mencari ikan. “Dibagian sini pasti banyak sambil merogoh – rogohlubang pinggir sungai”, kata Ucek.
“Hati – hati cek nanti kalau ada ularbagaimana ?” kata Arga.
“Enggak – enggak tenang aja Ga”, kataUcek.
“Ya terserah lah”, sahur Arga.
Taklama Arga berhenti berbicara tiba – tiba muncul kepala ular air yang menyapaUcek “ hiiiiiaaaaaaaaaaa!ulaaaaar, hohohohoho tolong teman – teman”, teriakUcek
“hmm biar sukurin tu hahaha,”ejek Punk.
“Sudah aku bilangi kan tadi gak mau nurut sich”, kata Argadengan memasang wajah jengkel.
Setengah hari tak terasa mereka telahhabiskan untuk bermain – main, setelah mencari ikan dan lumayan mendapatkanbanyak cukuplah untuk perut anak kecil apa lagi Arga juga membawa nasi, merekataruh hasil tangkapan di bawah pohon dan dan mereka melepas lelah dengan mandidi sungai, berenang kesana kemari seperti ikan yang mencari makan. Dinginmenusuk kulit dan mereka memutuskan untuk membakar ikan tangkapan mereka.
Persiapan telah selesai mereka mulaimengambil ikannya dan menusukkannya ke potongn bambu dan membakarnya diatas apiyang menyala dengan posisi mereka berada di tengah – tengah lapangan bollavolie yang sudah tidak terpakai lagi. “ Hmm, sepertinya ikanku gosong”, ujarArga, terlihat ikannya yang hangus karena terkena api yang menyala terlalubesar. Dengan lahapnya mereka memakannya, “rasanya kok aneh ya”,kata cemeng.
“Ya aneh lah kan sama seperti dirimu”, kata cebol.
“Ooooo mukamu itu yang aneh”, katacemeng sambil mengangkat tangannya seakan akan mau memukul wajah cebol.
“Iya sich aneh memang, hmm hitam –hitam ini apa?”Arga tertegun.
“Mana?” kata kendel sambil menolehkearah ikan Arga
SeketikaArga tertawa terbahak-bahak “wahahahahahahaha sakit perutku”, ini kan kotorannya ikan”,kata Arga sambil memegang perutnya.
“Huueekk, uughghhg! Batuk anak – anakitu semua mengisi sunyinya lapanagan volli bekas di sore itu.
Sore semakin menguasai hari itu danmalam akan tibam Arga kembali kerumahnya begitu pula dengan teman – temanya.Sesampainya dirumah Arga membantu ibunya membersihkan rumah dan masak di dapurdan kemudian mandi dan sholat, setelah sholat maghrib Arga pergi ke masjiduntuk mengaji dengan bimbingan moral dan agama. Disana menjadi bocah yang sudahcukup kuat imannya dikarenakan rajinya dia mengaji kemudian setelah sholatisya’ Arga belajar untuk pelajaran besik disekolah. Hal ini sebaliknya denganteman – temanya Arga mereka justru bermain – bermain main tidak belajar justrubermain playstation sampai larut malam, merekda terkadang sampai dimarahi orangtuanya karena kenakalan mereka.
Empat bulan telah berlalu, waktu ujiannasional sudah semakin dekat Arga mengikuti bimbingan untuk mempersiapkannyasebaliknya dengan teman – temanya namun Arga berusaha untuk menjaga hubunganpershabatannya dengan teman – temannya. Seiring waktu semakin berlalu danTingkah laku teman - teman Arga semakin menjadi sehinga mengakibatkan Argadilarang bermain dengan sahabat – sahabatnya. “Arga nanti ikut kita ya”, ajakPunk kepada Arga
“Kemana emangnya?” Tanya Arga.
“ Kita nongkrong di perempatan jalansambil cari cewek cantik, mau ngak”, Tanya Cebol.
“Astagfirullahhalazim ngak ah aku gakikutan”, jawab Arga.
“ Pokoknya kamu harus ikut”, kataCebol.
AkhirnyaArga tidak bisa menolak ajakan teman – temannya dan Arga ketahuan oleh orangtuanya maka dilaranglah Arga bergaul dengan mereka. Arga hanya bisa sedih danmenangis. Arga tidak mau berpisah dengan teman – temanya. Namun Arga terkejutsaat melihat teman – temannya mabuk – mabukan, merokok, sehinga membuat Argasemakin renggang hubunganya dengan teman – temannya.
Ujian nasional akhirya telah tiba,Arga sudah mempersiapkan matang – matang namun berbeda dengan teman – temanya.Selama seminggu ujian telah berlangsung dan saat pengumuman kelulusan Argamendapat nilai yang baik. Namun sebaliknya teman – temannya justru sampai tidaklulus, kesuksesan Arga membuat teman – temanya tersebut iri dan menjahui Arga.
Usia telah memakan waktu ketika Argakelas 3 SMP Arga bertemu dengan teman - teman kecilnya dan dia meneteskan airmata dalam ketegaran merindukan masa – masa indah bersama teman – temannyabercanda tawa, sendau gurau namun itu semua hanya tinggal kenangan yang indah.Sesaat Arga pergi ke tempat lapangan volli yang dahulu menjadi markas utamamereka, terbayang wajah dan memori kebahagian yang kini hilang karena jalanyang berbeda.
0 komentar:
Posting Komentar